Langkah Awal Sukses Budidaya Ikan Bawal

July 2, 2015 - Tips Budidaya / Uncategorized

Budidaya ikan bawal (collossoma macropomum) boleh dikata adalah usaha bidang perikanan air tawar yang tergolong baru di Indonesia. Peluang usaha budidaya ikan bawal sangat terbuka dan prospek bisnis kedepannya sangat bagus. Daya tarik budidaya ikan bawal antara lain karena pemeliharaannya terbilang sangat singkat. Masa pemijahan sekitar 2 – 3 minggu, pembenihan sekitar 1 – 2 bulan dan pembesaran sekitar 3 – 5 bulan. Ikan bawal ini mampu bertahan hidup dalam kolam yang tingkat kepadatannya tinggi. Makannya pun tidak rewel sebab ikan ini memiliki nafsu makan yang sangat besar.

Budidaya ikan bawal di Indonesia mendapat sambutan yang sangat baik dari peternak ikan air tawar dan diminati oleh masyarakat karena rasanya yang gurih dan nikmat. Ikan bawal merupakan ikan carnivora atau pemakan daging yang memiliki habitat asli di sungai Amzon, Brazil dan memiliki bentuk tubuh menyerupai ikan piranha. Ikan bawal memiliki bentuk tubuh bulat dan pipih serta memiliki lubang hidung yang besar. Warna kulinya keperak-perakan dengan ujung sirip yang berwarna kuning. Ikan bawal biasa hidup bergerombol dalam jumlah yang kecil, makannya di alam liar berupa udang, siput, katak, dan ikan-ikan kecil.

Budidaya ikan bawal di Indonesia mendapat sambutan yang sangat baik dari peternak ikan air tawar dan diminati oleh masyarakat karena rasanya yang gurih dan nikmat. Foto: bursaikan.com

Langkah Mudah Budidaya Ikan Bawal

Pelaku budidaya ikan bawal umumnya berpendapat bahwa budidaya ikan air tawar yang satu ini relatif mudah dilakukan. Kolam budidaya ikan bawal dipersiapkan seperti halnya kolam untuk ikan air tawar lainnya. Persiapan dimaksudkan untuk menumbuhkan makanan alami dalam jumlah yang cukup. Sebelum digunakan untuk budidaya ikan bawal kolam harus dikeringkan terlebih dahulu. Sembari menunggu tanah dasar kolam kering, pematang kolam diperbaiki dan diperkuat untuk menutup kebocoran-kebocoran yang ada.

Setelah dasar kolam budidaya ikan bawal benar-benar kering, dasar kolam perlu dikapur dengan kapur tohor maupun dolomit dengan dosis 25 kg/100 meter persegi. Hal ini untuk meningkatkan pH tanah, mengurangi senyawa-senyawa asam sulfida (H2S) dan senyawa beracun lainnya yang terbentuk selama kolam terendam, memungkinkan terjadinya pertukaran udara (aerasi) di pelataran kolam budidaya ikan bawal dimana dalam proses ini gas-gas oksigen (02) mengisi celah-celah dan pori-pori tanah, juga dapat untuk membunuh hama maupun patogen yang masih tahan terhadap proses pengeringan.

Sebelum digunakan untuk budidaya ikan bawal kolam harus dikeringkan terlebih dahulu. Foto: www.suryamina.com

Kolam pembesaran dalam budidaya ikan bawal tidak mutlak harus dipupuk. Ini dikarenakan makanan ikan bawal sebagian besar diperoleh dari makanan tambahan atau buatan. Tapi bila kolam budidaya ikan bawa akan dipupuk dapat menggunakan pupuk kandang 25 – 50 kg/100 m2 dan TSP 3 kg/100 m2. Pupuk kandang yang digunakan harus benar-benar yang sudah matang, agar tidak menjadi racun bagi ikan.

Setelah pekerjaan pemupukan selesai, kolam budidaya ikan bawal diisi air setinggi 2-3 cm dan dibiarkan selama 2-3 hari. kemudian air kolam ditambah sedikit demi sedikit
sampai kedalaman awal 40-60 cm dan terus diatur sampai ketinggian 80-120 cm tergantung kepadatan ikan. Jika warna air sudah hijau terang, baru bibit ikan ditebar (biasanya 7 hingga 10 hari setelah pemupukan).

Penebaran Benih Budidaya Ikan Bawal

Pemilihan benih budidaya ikan bawal mutlak dilakukan karena hanya dengan benih yang baik ikan akan hidup dan tumbuh dengan baik. Adapun ciri-ciri benih budidaya ikan bawal yang baik antara lain sehat, anggota tubuh lengkap, aktif bergerak, ukuran seragam, tidak cacat, tidak membawa penyakit, jenis unggul.

Sebelum benih budidaya ikan bawal ditebar ke kolam perlu dilakukan adaptasi terlebih dahulu dengan tujuan agar benih ikan tidak dalam kondisi stres saat berada dalam kolam. Adaptasi pada budidaya ikan bawal dilakukan dengan memasukkan ikan yang masih terbungkus rapat dalam kantong kemasan plastik ke dalam kolam dan dibiarkan hingga dinding plastik mengembun.

Adaptasi pada budidaya ikan bawal dilakukan dengan memasukkan ikan yang masih terbungkus rapat dalam kantong kemasan plastik ke dalam kolam dan dibiarkan hingga dinding plastik mengembun. Foto: inspirasiaris.blogspot.com

Terjadinya embun di dinding kantong plastik merupakan tanda suhu di air kolam dan di dalam air kantong plastik telah sama. Selanjutnya, kantong plastik dibuka perlahan dan air dalam kolam masukkan sedikit demi sedikit ke dalam kantong plastik.

Selanjutnya benih budidaya ikan bawal didibiarkan berenang secara perlahan keluar dari kantong plastik menuju ke kolam budidaya ikan bawal (dari berbagai sumber).