Kunci Sukses Bagi Pemula Usaha Budidaya Ulat Sutra

December 24, 2015 - Tips Budidaya / Uncategorized

Pada budidaya ulat sutra ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan demi kesuksesan usaha peternakan ulat sutra. Pada bagian ini tips-ukm.com mencoba merangkum tiga hal yang menjadi kunci sukses bagi pelaku budidaya ulat sutra yang baru mau memulai usaha ini. Ketiga hal tersebut yakni, ketersediaan daun murbei sebagai pakan budidaya ulat sutra, ruang dan peralatan budidaya ulat sutra, serta bibit budidaya ulat sutra.

Daun Murbei Pakan Budidaya Ulat Sutra

Pakan budidaya ulat sutra yang paling utama adalah daun murbei. Daun murbei yang cocok dijadikan pakan budidaya ulat sutra adalah daun murbei dari jenis Morus alba, M. multicaulis, M. cathayana dan BNK-3. Daun murbei untuk budidaya ulat sutra yang diberikan untuk ulat sutra yang masih muda atau kecil adalah daun yang baru berumur kurang lebih satu bulan. Sementara pakan bagi ulat sutra yang telah dewasa dapat diberikan daun murbei yang berumur 2 hingga 3 bulan.

Demi keterlangsungan pakan bagi budidaya ulat sutra sebaiknya peternak juga menanam pohon murbei yang dilaksanakan setidaknya 4 bulan sebelum budidaya ulat sutra. Pohon murbei dapat dipanen setelah berumur 9 bulan. Pohon murbei tak butuh banyak air. Namun demikian awal penanaman pohon murbei sebaiknya dilakukan dimulai pada musim hujan, terutama jika areal penanaman berada di lahan yang kering.

Demi keterlangsungan pakan bagi budidaya ulat sutra sebaiknya peternak juga menanam pohon murbei yang dilaksanakan setidaknya 4 bulan sebelum budidaya ulat sutra. Foto: florafauna-indonesia.blogspot.com

Penanaman pohon murbei yang perlu ditanam untuk mencukupi kebutuhan pakan budidaya ulat sutra per box berisi 25.000 butir telur adalah sekitar 8.000 batang. Budidaya ulat sutra sebanyak satu box dibutuhkan kira kira 400-500 kg daun murbei tanpa cabang untuk ulat kecil dan 1.000 – 1.200 kg daun murbei dengan cabang untuk ulat besar.

Ruang Pemeliharaan Budidaya Ulat Sutra

Sebaiknya area atau ruang pemeliharaan budidaya ulat sutra dibedakan antara ulat sutra kecil dan ulat sutra yang besar. Pada budidaya ulat sutra area pemeliharaan ulat kecil dilaksanakan pada tempat tersendiri yang disebut Unit Pemeliharaan Ulat Kecil (UPUK). Ruang pemeliharaan pada budidaya ulat sutra harus dilengkapi dengan jendela dan ventilasi sebagai sarana sirkulasi udara untuk menjaga suhu di dalam ruang.

Ruang pemeliharaan budidaya ulat sutra setidaknya dilengkapi dengan kotak atau rak pemeliharaan, area daun, gunting stek, pisau, ember/baskom, jaring ulat, ayakan, kain penutup daun, hulu ayam, kerta alas, kerta minyak/parafin, lap tangan dan lain-lain.

Dua atau tiga hari sebelum bibit budidaya ulat sutra tiba lakukan desinfeksi ruangan dan peralatan. Caranya, gunakan larutan kaporit 0, 5% atau formalin (2-3%) dan semprotkan dengan merata. Jika ruang pemeliharaan ulat kecil berupa UPUK berlantai semen, lakukan penyiraman dan pengepelan di lantai.

Ruang pemeliharaan pada budidaya ulat sutra harus dilengkapi dengan jendela dan ventilasi sebagai sarana sirkulasi udara untuk menjaga suhu di dalam ruang. Foto: blog.kagum-hotel.com

Bibit Budidaya Ulat Sutra

Pesanlah bibit budidaya ulat sutra kepada produsen telur, petugas penyuluh peternakan atau melalui peternak budidaya ulat sutra yang dapat dipercaya. Bibit budidaya ulat sutra dianjurkan telah dipesan selambat lambatnya 10 hari sebelum pemeliharaan ulat dimulai serta lakukanlah inkubasi agar penetasannya seragam.

Pada budidaya ulat sutra penetasan dilakukan dengan cara menyebarkan telur budidaya ulat sutra pada kotak penetasan dan tutup dengan kertas putih yang tipis. Selanjutnya, kotak disimpan pada tempat sejuk dan terhindar dari penyinaran matahari langsung atau pada suhu ruangan 25° -28° C dengan kelembaban 75-85%. Setelah terlihat bintik biru pada telur, bungkus dengan kain hitam selama 2 hari.

Telur budidaya ulat sutra pun siap untuk dipelihara hingga menghasilkan kokon yang dapat diolah menjadi benang dan kain sutra berkualitas yang dihargai dengan tinggi . Foto: pixabay.com

Telur budidaya ulat sutra pun siap untuk dipelihara hingga menghasilkan kokon yang dapat diolah menjadi benang dan kain sutra berkualitas yang dihargai dengan tinggi (dari berbagai sumber).