Budidaya entok memiliki masa pemeliharaan yang singkat yaitu antara 8 hingga 10 minggu. Foto:plus.google.com

Keunggulan Dan Pertimbangan Usaha Budidaya Entok

June 9, 2015 - Tips Budidaya / Uncategorized

Budidaya entok merupakan salah satu alternatif budidaya unggas yang memiliki posisi pasar tersendiri. Padahal budidaya entok yang menghasilkan daging sebetulnya memiliki sejumlah keunggulan dibanding budidaya unggas lainnya seperti budidaya, bebek dan burung yang lebih populer.

Masih langkanya ketersediaan daging entok di pasaran bukan karena sedikitnya peminat entok melainkan karena masih sedikitnya peternak yang membudidayakan entok. Kesukaan masyarakat pada daging entok dibuktikan dengan ramainya warung makan yang menyediakan menu olahan berbahan dasar daging entok. Hasil budidaya entok yang diolah menjadi berbagai macam menu sangat diminati oleh masyarakat.

Belum populernya budidaya entok merupakan tantangan sekaligus peluang besar bagi pelaku budidaya peternakan unggas di Indonesia. Saat ini harga jual seekor entok dapat mencapai Rp 35 ribu hingga Rp 50 ribu per ekor. Potensi budidaya entok di Indonesia masih sangat luas dan begitu menjanjikan keuntungan besar bagi pelakunya.

Hasil budidaya entok yang diolah menjadi berbagai macam menu sangat diminati oleh masyarakat. Foto: harianresep.blogspot.com

Keunggulan Budidaya Entok

Budidaya entok memiliki keunggulan antara lain pertumbuhannya yang cepat, bobot potong yang lebih besar, dan tekstur daging yang empuk. Budidaya entok menjadi alternatif pilihan bagi peternak unggas yang terbatas modal karena biaya produksinya yang relatif rendah karena entok dapat diberi pakan apa saja.

Budidaya entok yang merupakan salah satu jenis itik juga diunggulkan karena entok memiliki daging yang gurih dan tak berasa amis. Entok juga memiliki kadar lemak yang jauh lebih rendah dari ayam, yakni hanya 1 persen pada bagian dada dan 1,5 persen pada bagian paha. Sementara ayam boiler memiliki kadar lemak sebesar 6,8 persen pada bagian paha dan 1,3 persen pada bagian dada.

Budidaya entok memiliki masa pemeliharaan yang singkat yaitu antara 8 hingga 10 minggu. Dalam tempo 2,5 bulan pemeliharaan, bobot entok telah dapat mencapai 2 hingga 2,5 kilogram per ekor.

Budidaya entok memiliki masa pemeliharaan yang singkat yaitu antara 8 hingga 10 minggu. Foto:plus.google.com

Pertimbangan Usaha Budidaya Entok

Sama seperti usaha lain sebelum memulai budidaya entok ada sejumlah pertimbangan penting yang harus diketahui oleh peternak. Pelaku budidaya entok yang memiliki pertimbangan usaha yang matang telah selangkah lebih dekat dengan kesuksesan. Dalam budidaya entok setidaknya ada 5 aspek yang perlu diperhatikan untuk dipertimbangkan.

Pada budidaya entok ke 5 aspek tersebut yaitu tujuan budidaya entok, teknik dan metode budidaya, lokasi kandang budidaya, kondisi lingkungan masyarakat setempat, serta fasilitas pendukung dan akses transportasi. Jika dilihat tujuannya budidaya entok dapat menjadi usaha sampingan maupun sumber penghasilan utama. Sementara dari tekniknya budidaya entok dapat dilaksanakan secara tradisional, semi-intensif, dan intensif.

Pelaku budidaya entok yang memiliki pertimbangan usaha yang matang telah selangkah lebih dekat dengan kesuksesan. Foto: khairunnisalegolas.blogspot.com

Budidaya entok dapat dilaksanakan di berbagai lokasi kandang, baik itu di daerah pantai, padang rumput, dataran rendah, dataran tinggi maupun pegunungan. Namun dalam memilih lokasi kandang budidaya entok hendaknya dibangun jauh dari keramaian atau di daerah yang tenang dan nyaman, dan memiliki sirkulasi udara yang baik.

Kandang dibangun dengan mempertimbangkan jumlah entok yang diternakkan. Kepadatan kandang budidaya entok yang ideal adalah 10 hingga 15 ekor per meter persegi. Jika dibudidayakan secara intensif, dapat dapat dibangun beberapa kandang yang dikelompokkan berdasarkan usia entok, yakni kandang starter atau kandang anakan, kandang pertumbuhan, kandang dewasa, dan kandang perkembangbiakan, serta kandang petelur.

Pertimbangkan pula fasilitas pendukung budidaya entok seperti ketersediaan listrik, gudang penyimpanan pakan, vitamin, dan obat-obatan, gudang penyimpanan peralatan dan perlengkapan, sumber air bersih, akses jalan yang dapat ditembus kendaraan roda empat yang dapat mendukung distribusi dari dan menuju lokasi budidaya, dan lain sebagainya.