Jadi Kaya dengan Budidaya Buah Naga

August 20, 2014 - Tips Budidaya / Uncategorized

Jadi kaya dengan Budidaya buah naga, kenapa tidak? (www.myjelloamericans.blogspot.com)

Tak salah kalau anda bermimpi jadi kaya dengan budidaya buah naga. Budidaya Buah naga atau dragon fruit mulai populer di Indonesia di awal tahun 2000-an. Buah berharga mahal dan memiliki banyak manfaat ini, aslinya berasal dari Meksiko, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan. Di Asia, budidaya buah naga berawal dari Vietnam dan China sejak tahun 1800-an.

Tetapi sampai saat ini pun areal budidaya buah naga masih bisa dibilang sedikit dan hanya ada di daerah tertentu karena memang masih tergolong langka dan belum dikenal masyarakat luas. Potensi budidaya buah naga di Indonesia masih teramat besar. Sebagian besar buah naga yang dikonsumsi di dalam negeri masih impor.

Budidaya Buah Naga di Indonesia

Di negara kita, budidaya buah naga atau dragon fruit yang masih tergolong keluarga tanaman kaktus setidaknya ada empat jenis, yaitu Hylocereus undatus, yaitu buah naga berkulit merah dengan daging buah putih, Hylocereus polyrhisus berkulit merah dengan daging buah merah, Hylocereus costaricensis berkulit merah dengan daging buah merah pekat agak keunguan, serta Hylocereus megelanthus yang kulitnya berwarna kuning dengan daging buah putih.

Berbagai jenis buah naga yang populer (www.geteasyfreshideas.com)

Buah naga bisa dibudidayakan dengan cara generatif atau menanam dari biji dan dengan cara vegetatif atau dengan cara penyetekan. Walaupun lebih sulit, cara vegetatif banyak dilakukan karena cara ini lebih cepat dan lebih banyak menghasilkan buah. Penyetekan buah naga dapat dilakukan pada tanaman induk yang telah berbuah setidaknya 3 – 4 kali. Tujuannya, agar produksinya tanaman hasil setek lebih cepat dan hasilnya sebaik tanaman induknya.

Sebuah laporan analisa budidaya buah naga jenis Hylocereus costaricensis menunjukkan bahwa di atas lahan seluas satu hektar dengan bibit yang digunakan sebanyak 6400 dengan 1600 tiang penyangga atau empat tanaman per tiang. Biaya investasi dan biaya operasional yang dikeluarkan hingga panen perdana sebesar Rp 155 juta. Hasilnya cukup menggiurkan, pada tahun pertama panen diperoleh Rp 256 juta. Selanjutnya, pada tahun kedua ketika produktivitas buah naga semakin baik hasil produksi buah naga merah mencapai Rp 896 juta.

Panen perdana buah naga dapat dilakukan pada bulan ke 10 hingga 12 setelah di tanam. Ciri buah yang siap panen yakni, kulit dan jumbai buahnya berwarna merah mengkilap, mahkota buah mengecil dan pangkal buah menguncup atau berkeriput. Saat itu buah naga ukurannya telah membulat dengan berat sekitar setengah kilogram. Tanaman buah naga sendiri usia produktifnya bisa mencapai 15 hingga 20 tahun. Satu tanaman buah naga biasanya menghasilkan1 kilogram buah. Dalam satu hektar kebun dengan 6400 tanaman akan diperoleh sekitar 6 hingga 7 ton buah naga sekali panen.

Lahan budidaya buah naga (www.produceclerks.com)

Pemasaran Hasil Budidaya Buah Naga

Karena produksi dalam negeri yang masih sangat minim, pemasaran hasil budidaya buah naga tidak terlalu sulit. Hasil budidaya buah naga juga telah dikenal ke seluruh dunia karena berbagai kandungannya yang sangat baik bagi kesehatan.

Buah naga memiliki kadar anti-oksidan yang tinggi sehingga mampu untuk menangkal radikal bebas. Buah naga memiliki rasa sedikit manis, tetapi buah ini memiliki kandungan Vitamin C yang sangat tinggi. Sehingga mampu meningkatkan daya tahan serta kekebalan tubuh dari serangan penyakit.

Selain vitamin C, buah naga ternyata juga memiliki kandungan Vitamin B1 dan Vitamin B2 yang mampu meningkatkan metabolisme serta nafsu makan. Buah naga juga mengandung berbagai mineral penting seperti potasium, serat, protein, ferum, sodium dan kalsium yang dibutuhkan oleh tubuh.

Bagi petani yang baru memulai bisnis buah naga, biasanya pemasarannya dengan dijual langsung ke konsumen, dengan mendatangi dan menawarkan kepada toko-toko buah, supermarket, pedagang-pedagang di pasar tradisional, atau dapat juga bergabung di asosiasi atau paguyuban-paguyuban petani buah naga. Promosi dapat dilakukan dengan berbagai media antara lain: koran, majalah pertanian atau melalui internet. Jadi tunggu apalagi, sekaranglah saatnya jadi kaya dengan budidaya buah naga .  ***