Informasi Dan Tips Budidaya Ikan Sepat Siam

December 12, 2015 - Tips Budidaya / Uncategorized

Budidaya ikan sepat siam (Trichogaster pectoralis)adalah budidaya ikan air tawar yang berasal dari Siam atau Thailand. Budidaya ikan sepat siam telah jauh berkembang dari pada masa didatangkannya ikan jenis ini ke Indonesia pada tahun 1934 dari Semenanjung Malaka. Ikan sepat siam memiliki habitat asli di rawa-rawa atau perairan dangkal. Oleh karenanya, saat didatangkan, ikan ini ditebarkan pula di daerah rawa-rawa yang banyak terdapat di Pulau Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Budidaya ikan sepat siam di rawa-rawa Sumatera Selatan berhasil dengan baik dan perkembangannya sungguh cepat. Hasil penangkapan suatu perairan umum di Sumsel, 60% adalah sepat siam. Jenis ikan ini ditangkap dengan macam-macam alat seperti pangilar (sejenis perangkap) dibuat dari kawat atau rotan, pukat (gill net) dan empang – lulung terbuat dari bambu dengan rotan sebagai pengikatnya. Demikian pula halnya di perairan Kalimantan, hasil budidaya ikan sepat menjadi salah satu sumber protein hewani yang tersedia dalam jumlah memadai serta mudah didapat masyarakat.

Selanjutnya budidaya ikan sepat siam diperkenalkan pula ke Bali, Lombok, Flores dan Ambon. Pada umumnya jenis ikan ini diolah sebagai ikan asin yang diekspor ke Jawa. Budidaya ikan sepat siam di kolam-kolam di Jawa kurang popular, meskipun di daerah daratan rendah banyak pula yang mengusahakan budidaya ikan sepat.

Budidaya ikan sepat siam (Trichogaster pectoralis)adalah budidaya ikan air tawar yang berasal dari Siam atau Thailand. Foto: wiljo.se

Lokasi Budidaya Ikan Sepat Siam

Budidaya ikan sepat siam dapat dilakukan di kolam atau di sawah, terutama di daerah-daerah dataran rendah atau di rawa-rawa yang pH-nya sedikit asam atau di kolam-kolam tergenang tanpa adanya aliran air sehingga zat asam minimal. Budidaya ikan sepat siam tak terganggu oleh air yang berkadar asam karena sepat siam adalah ikan yang mempunyai alat labyrinth sehingga kekurangan zat asam tidak merupakan masalah besar.

Di Kalimantan Selatan budidaya ikan sepat siam dilakukan dalam beje-beje yang dibuat di sawah atau di rawa berupa saluran-saluran berukuran lebar  2 m dan tinggi 1 – 1,5 m sedangkan panjangnya tidak tertentu Saluran ini pada musim hujan tergenang air bila air hujan turun pada musim kemarau maka ikan akan berkumpul dan dapat dilakukan penangkapan dengan mudah.

Budidaya ikan sepat siam di sawah biasanya dikombinasikan dengan ikan jenis lain atau poli kultur. Pada budidaya ikan sepat siam di sawah sebaiknya saluran pinggir atau saluran tengah diperdalam, agar plankton yang dihasilkan cukup tersedia.

Budidaya ikan sepat siam dapat dilakukan di kolam atau di sawah, terutama di daerah-daerah dataran rendah atau di rawa-rawa yang pH-nya sedikit asam atau di kolam-kolam tergenang tanpa adanya aliran air sehingga zat asam minimal. Foto: papitusulemhomestay.yolasite.com

Tips Budidaya Ikan Sepat Siam

Budidaya ikan sepat siam tak memerlukan perlakuan khusus seperti pada halnya ikan-ikan mas, tawes atau gurame. Budidaya ikan sepat siam juga mudah karena ikan ini dapat berbiak di kolam pemeliharaan dengan sendirinya. Tumbuh-tumbuhan air seperti Hydrilla persicillata dan air yang cukup zat asam diperlukan di kolam budidaya ikan sepat siam.

Kolam budidaya ikan sepat siam untuk pemijahan hendaknya agak dalam yaitu sekitar 70 – 100 cm, dan pada waktu pemijahan terjadi kolam hendaknya berair diam sehingga pemasukan air cukup untuk mengganti air yang hilang karena penguapan atau merembes. Tumbuh-tumbuhan air yang mengapung baik sekali disediakan untuk menutup sebagian kecil permukaan saja. Pada waktu pemijahan maka ikan jantan akan membuat sarang terlebih dahulu.

Budidaya ikan sepat siam tak memerlukan perlakuan khusus seperti pada halnya ikan-ikan mas, tawes atau gurame. Foto: ffish.asia

Pembuatan sarang dilakukan selama 1 – 2 hari. Gelembung – gelembung udara (buih) yang membentuk sarang tersebut bergaris tengah 1,5 – 3 mm. Pada waktu pembuatan sarang tersebut ikan – ikan lain tidak diperkenankan mendekat. Jika ada ikan sepat siam yang mendekat maka akan dikejarnya sehingga keluar dari daerah territorial tempat sarang dibuat. Sarang biasa dibuat dari bagian tepi atau di sudut – sudut.

Setelah sarang siap maka ikan jantan memikat betina dan pemijahan terjadi di bawah sarang. Telur yang telah dibuahi tadi mengapung sampai mencapai sarang tersebut. Telur menetas setelah 2 – 3 hari. Telur kemudian dijaga oleh jantan, terutama dari gangguan-gangguan lain yang mendekat.

Pada budidaya ikan sepat siam ini sebaiknya kolam dipersiapkan dengan pengeringan, pemupukan dan sebagainya, agar hama benih dapat hilang dan benih cukup mendapat makanan terutama makanan alami atau zooplankton (dari berbagai sumber).