Cara-Cara Mudah Pemeliharaan Kebun Budidaya Lada

September 18, 2015 - Tips Budidaya / Uncategorized

Bahan bibit budidaya lad a dapat berasal dari stek maupun biji, namun penggunaan bibit dari biji sebaiknya berasal dari dari biji yang betul-¬betul sudah tua, dan dari buah yang terisolir yaitu buah-buah yang tandannya di¬bungkus pada waktu masih berupa bunga. Bibit budidaya lada yang berasal dari bahan stek lebih mudah dan murah sehingga banyak dipilih petani budidaya lada.

Adapun ciri-ciri bahan bibit stek untuk budidaya lada yang baik antara lain adalah berasal dari sulur panjat yang tumbuhnya keatas dan melekat pada pohon sandaran, panjang stek sekurang-kurangnya 7 ruas (dapat diambil terus menerus dari satu tanaman), stek diambil dari batang yang sudah agak mengayu dan dari tanaman yang sudah berumur ± 2 tahun, serta berasal dari pohon induk yang kuat, pertumbuhan bagus, dan daun berwarna hijau tua.


Kebun budidaya lada paling baik ditanami saat musim hujan atau saat musim peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan. Foto: travel.detik.com

Kebun budidaya lada paling baik ditanami saat musim hujan atau saat musim peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan. Penanaman lada di kebun budidaya lada bisa dilakukan dengan jarak tanam 2 x 2 meter dengan kedalaman sampai dengan 50 cm. Pemupukan di kebun budidaya lada sangat baik dilakukan setelah tanaman lada ditanam. Pemupukan tanaman dilakukan dengan cara menaburkan pupuk.

Kebun budidaya lada tak cukup hanya ditanami saja, diperlukan juga perawatan seperti pengikatan sulur rambat, penyiangan, penyiraman rutin, pemupukan rutin, perempelan, pemberian mulsa, sampai dengan pembuatan ajir. Selain itu perhatikan agar tanaman tak terserang hama atau penyakit. Panen tanaman lada biasanya dapat dilakukan setelah lada berusia 3 tahun.

Teknik Perawatan Kebun Budidaya Lada

Para petani budidaya lada sebaiknya mengetahui teknik perawatan atau pemeliharaan kebun budidaya lada sehingga pertumbuhan tanaman lada akan maksimal dan mampu memberikan hasil panen yang optimal. Petani budidaya lada sebaiknya memahami cara mengatur pertumbuhan tanaman lada, dimana tunas baru yang mulai tumbuh lebih kurang satu bulan setelah penanaman diikatkan pada tiang panjat. Pengikatan sulur muda harus hati-hati, dan pengikatan ini berlangsung hingga batang mencapai tinggi 1,5 meter dan diusahakan agar ada 4 (batang) ortotrop yang tumbuh, dua batang tumbuh menjurus keatas dan dua batang lagi ke samping.

Selanjutnya, cara pembentukan tanaman di kebun budidaya lada adalah dengan membiarkan batang pokok tumbuh setinggi 0,75 hingga 1 meter. Kemudian, potong ujungnya (ditop) untuk pembentukan cabang primer (3 – 4 batang). Cabang primer dibiarkan tumbuh hingga ± 0,5 M untuk kemudian dipangkas dan akan membentuk cabang dasar sekunder yang menghasilkan ranting-ranting yang bisa berbunga.

Petani budidaya lada sebaiknya memahami cara mengatur pertumbuhan tanaman lada, dimana tunas baru yang mulai tumbuh lebih kurang satu bulan setelah penanaman diikatkan pada tiang panjat. Foto: travel.detik.com

Setelah tanaman lada berumur ± 8 bulan dan mencapai tinggi ± 1 – 1,5 m digali lubang yang melingkari pohon panjatan dimana jarak lubang dari pohon panjatan 20 – 25 cm, ukuran lubang lebar 0.50 M, dalam 30 – 40 cm dan diisi dengan pupuk kandang secukupnya. Selanjutnya, batang dilepaskan dari panjatan, daun dan ranting dari batang dibuang. Masukkan batang dalam lubang secara mendatar melingkari pohon pemanjat, dengan kedalaman tidak lebih dari 20 cm.

Setelah tanaman berumur 16 bulan atau 18 bulan setelah dimasukkan ke lubang, tiang panjat sudah tertutup 2/3 bagian. Dilaksanakan pemangkasan kembali ( heading back ) hingga tanaman lada tersisa setinggi ± 30 cm diatas tanah. Setelah dihasilkan batang-batang ortotrop baru, pilih 12 batang yang paling kuat / baik pertumbuhannya dan ikat pada pohon panjatan. Setelahnya, semua bunga pertama yang muncul pada masa ini harus dibuang.

Pemupukan Di Kebun Budidaya Lada

Untuk mendapatkan pertumbuhan dan hasil yang tinggi kebun budidaya lada perlu diberikan pupuk organis (pupuk kandang, kompos) dan pupuk anorganis (pupuk buatan). Pupuk organis diberikan sebagai pupuk pendahuluan sebanyak 5-10 kg per lubang tanaman. Untuk pupuk buatan dapat diberikan pupuk Urea, TSP dan KCL.

Dosis pupuk tergantung kepada kesuburan tanah, umur tanaman, dan lain-lain. Sebagai pedoman umum pemupukan di kebun budidaya lada dengan Urea, TSP dan KCL dapat dibedakan untuk tanaman muda dan tanaman yang telah berproduksi.

Pada budidaya lada, pemupukan untuk tanaman muda, dibagi menjadi 3. Pertama, saat tanaman di kebun budidaya lada berumur 8 hingga 12 bulan, pupuk yang diberikan berupa Urea : 50 gr/pohon/tahun, TSP : 25 gr/pohon/tahun, dan KCL : 20 gr/pohon/tahun. Umur tanaman lada 1-2 tahun, diberikan Urea : 100 gr/pohon/tahun, TSP : 50 gr/pohon/tahun, dan KCL : 40 gr/pohon/tahun. Dan ketika tanaman lada berumur 2 -3 tahun, diberikan kombinasi pupuk Urea : 200 gr/pohon/tahun, TSP : 100 gr/pohon/tahun, dan KCL : 80 gr/pohon/tahun. Sedangkan untuk tanaman di kebun budidaya lada yang telah berproduksi, dosis pupuk yang diberikan berupa Urea : 400 — 500 kg/Ha/Tahun, TSP : 400 – 500 kg/Ha/Tahun, dan KCL : 300 — 375 kg/Ha/Tahun.

Pada budidaya lada pemupukan dilakukan 2 kali dalam setahun, yakni pada setiap awal dan akhir musim penghujan diberikan masing-masingnya setengah bahagian dari dosis diatas. Foto: agrokomplekskita.com

Pada budidaya lada pemupukan dilakukan 2 kali dalam setahun, yakni pada setiap awal dan akhir musim penghujan diberikan masing-masingnya setengah bahagian dari dosis diatas. Pemupukan di kebun budidaya lada, dilakukan dengan cara membuat lubang atau parit kecil di sekeliling pangkal batang sejarak ujung dari tajuk pohon. Kemudian, campurkanlah pupuk Urea, TSP dan KCL sesuai dengan dosis kemudian dimasukkan ke dalam lubang pupuk tersebut. Setelah pupuk dimasukkan segera ditutup kembali dengan tanah.

Pemberian pupuk di kebun budidaya lada dapat diberikan secara sendiri-sendiri atau secara campuran diantara ketiga jenis pupuk, yakni Urea, TSP, dan KCL (dari berbagai sumber).