Cara Budidaya Mawar Agar Berbunga Menawan

May 28, 2015 - Tips Budidaya / Uncategorized

Budidaya mawar menarik bagi banyak orang karena penampilan bunga ini yang indah menawan, warna bunga yang beraneka ragam, kelopak yang anggun, ditambah aromanya yang harum. Bunga ini dikenal pelaku budidaya mawar sebagai queen of flowers atau ratu dari segala bunga.

Budidaya mawar sebaiknya diselenggarakan di lokasi yang mendukung pertumbuhan bunga mawar. Lahan budidaya mawar yang baik mendapat penyinaran matahari secara langsung minimal 5 atau 6 jam setiap harinya. Jika lahan budidaya mawar berada di tempat yang cukup panas beri pelindung yang dapat meneduhkan tanaman mawar, namun jika di wilayah yang berangin letakkan tanaman mawar di tempat yang memiliki pelindung semisal pagar atau tembok.

Pelindung untuk tanaman mawar sebaiknya tak berupa semak atau pepohonan karena mereka dapat bersaing mendapat nutrisi dari tanah kecuali jika tanaman mawar dibudidayakan di dalam pot.

Budidaya mawar sebaiknya diselenggarakan di lokasi yang mendukung pertumbuhan bunga mawar. Foto: photogram.in

Pastikan pula lahan budidaya mawar memiliki sistem pengairan yang baik dimana tanah mampu menyerap air dengan cepat hal ini dilakukan untuk mengantisipasi air tanah yang terlalu lama terserap dan mengakibatkan akar membusuk. Solusi bagi tanah yang tak mampu menyerap air dengan baik adalah menanam bunga mawar di dalam pot berpori yang memungkinkan air mengalir dan menjaga media tanam tetap dalam keadaan optimal, yakni pot yang terbuat dari tanah liat.

Media budidaya mawar yang paling baik adalah di lahan yang memiliki derajat keasaman tanah atau pH antara 6,5 hingga 7. Budidaya mawar dapat dilaksanakan di daerah sejuk, beriklim dingin atau subtropis hingga daerah tropis dengan suhu udara 18 hingga 26 derajat celcius daan kelembaban pada rentang 70 hingga 80 persen. Budidaya mawar membutuhkan curah hujan antara 1.500 hingga 3.000 milimeter per tahun.

Lahan budidaya mawar sebaiknya mengandung tanah yang tak terlalu tebal atau cukup berpasir dan berhumus. Agar media budidaya mawar dapat optimal menunjang pertumbuhan tanaman dan dapat memproduksi bunga mawar yang indah menawan tambahkan pupuk kandang atau pupuk kompos.

Langkah-Langkah Budidaya Mawar

Budidaya mawar dapat dilakukan secara generatif maupun dengan cara vegetatif. Budidaya mawar secara generatif adalah dengan menanam bunga mawar dari bijinya. Sementara secara vegetatif budidaya mawar dilakukan melalui stek batang dan okulasi. Dibanding menanam dari biji budidaya mawar dirasa lebih mudah dengan cara stek dan okulasi.

Budidaya mawar dapat dilakukan secara generatif maupun dengan cara vegetatif. Foto: www.hortilux.nl

Pada budidaya mawar melalui stek pilihlah batang tanaman mawar indukan yang berada di bagian tengah ranting di percabangan. Bagian yang berada pada bagian batang yang masih muda atau yang berada di bagian paling ujung dari ranting sulit tumbuh.

Setelah bibit siap masukkan ke dalam pot tanah liat yang berisi media tanam yang subur dan sirami setiap hari. Tempatkan di tempat yang tak terkena sinar matahari secara langsung dan cukup lembab agar tunas cepat tumbuh. Setelah tunas tumbuh dan tanaman mawar mulai memiliki daun pindahkan pot ke tempat yang cukup mendapat sinar matahari untuk membantu tanaman melakukan fotosintesis dan memproduksi makanannya.

Sirami bunga mawar 2 kali sehari yakni pada pagi dan sore dan beri pupuk agar pertumbuhannya semakin baik. Pemangkasan dapat dilakukan untuk merangsang tanaman mawar agar berbunga. Pemangkasan dilakukan dengan memotong daun yang sudah tua, tumbuh tidak normal, atau terlalu rimbun. Hal ini dilakukan agar pasokan makanan dari akar menuju daun dan bunga dapat terpenuhi dengan baik.

Menanam Di Lahan Budidaya Mawar

Pada budidaya mawar pemindahan ke lahan dapat dilakukan setelah tanaman memiliki perakaran yang baik dan kuat serta aman dari genangan air tanah yang dapat membusukkan akar. Pemindahan ini dilakukan dengan menyiapkan lubang tanam sedalam 50 cm di lahan budidaya mawar. Timbun lubang hingga separuhnya dengan tanah galian yang dicampur dengan pupuk. Selanjutnya masukkan tanaman mawar dari pot dan padatkan dengan campuran tanah yang subur hingga sekeliling tanaman menjadi gundukan.

Pada budidaya mawar pemindahan ke lahan dapat dilakukan setelah tanaman memiliki perakaran yang baik dan kuat serta aman dari genangan air tanah yang dapat membusukkan akar. Foto: www.china-plants.com

Penyiraman di lahan budidaya mawar dilakukan setiap hari dengan volume air yang melimpah. Penyiraman hanya dilakukan pada tanah di bagian bawah tanaman dan dilaksanakan pada pagi hari sebelum matahari bersinar atau pada sore hari ketika matahari mulai tenggelam. Tanaman mawar juga memerlukan banyak air ketika berbunga. Frekuensi penyiraman dapat dikurangi setelah tanaman mawar berusia 2 tahun.

Pada lahan budidaya mawar pembersihan gulma dan rumput penganggu juga menjadi perhatian untuk menjamin pertumbuhan tanaman yang optimal. Tanah di sekitar akar ditutupi dengan jerami atau mulsa untuk meminimalisir pertumbuhan gulma sekaligus menekan biaya pembersihan lahan. Saat tanaman berbunga sebaiknya dilakukan pemupukan, juga saat tanaman terlihat layu. Jika jamur mulai menyerang segera semprot tanaman dengan fungisida agar penyakit tak cepat menyebar.

Pemanenan dalam budidaya mawar berupa pemetikan bunga yang mekar dilakukan dengan menggunakan pisau yang tajam. Pemotongan tangkai bunga mawar dilakukan secara miring agar air ikut terserap. Simpan bunga hasil pemanenan dengan sebelumnya dibungkus kertas atau Koran untuk menjaga kesegarannya.

Sekian cara budidaya mawa r agar mampu tumbuh dengan bunga yang cantik dan menawan.