Budidaya Ikan Mujair: Metode Pemanenan Dan Penanganan Pascapanen

June 19, 2015 - Tips Budidaya / Uncategorized

Budidaya ikan mujair (Oreochromis mossambicus) merupakan salah satu upaya pemenuhan kebutuhan konsumsi ikan air tawar. Budidaya ikan mujair menjadi pilihan karena ikan ini disukai oleh masyarakat dan menjadi alternatif sumber protein hewani dengan harga yang terjangkau. Umumnya, masyarakat yang menyukai ikan mas, ikan gurami, ikan bawal, ikan nila, dan jenis-jenis ikan air tawar lainnya juga menyukai rasa daging ikan mujair yang gurih.

Budidaya ikan mujair dipilih karena pertumbuhannya sangat cepat, dapat dilakukan di berbagai media budidaya ikan air tawar, dapat dilakukan di lahan yang minim serta tak memerlukan modal yang besar. Ikan mujair memiliki badan berbentuk pipih hitam, abu-abu, atau coklat. Ikan Mujair panjangnya dapat mencapai 40 cm.

Setelah sebelumnya tips-ukm.com menyajikan informasi seputar pengenalan indukan dan proses serta teknis pembibitan pada budidaya ikan mujair, juga tips persiapan budidaya ikan mujair dan tips pengendalian risiko dalam budidaya ikan mujair, maka pada kesempatan kali ini disajikan informasi mengenai metode pemanenan dan penanganan pascapanen pada budidaya ikan mujair.

Budidaya ikan mujair menjadi pilihan karena ikan ini disukai oleh masyarakat dan menjadi alternatif sumber protein hewani dengan harga yang terjangkau. Foto: bitwinshop.com

Panen Hasil Budidaya Ikan Mujair

Metode pemanenan pada budidaya ikan mujair memiliki dua alternatif yakni panen total dan panen selektif atau panen sebagian. Pertimbangan yang dipilih dalam panen hasil budidaya ikan mujair adalah berdasar masa penebaran benih, ukuran dan bobot ikan, serta permintaan pasar. Pemanenan hasil budidaya ikan mujair juga mempertimbangkan efisiensi biaya operasional serta keuntungan dan atau kerugian yang akan diperoleh.

Panen total pada budidaya ikan mujair dilakukan dengan menangkap semua ikan hasil pembesaran. Ikan mujair yang dipanen berusia sekitar 5 bulan dengan berat berkisar antara 30-45 gram/ekor. Panen total dilakukan dengan cara mengeringkan kolam, hingga ketinggian air tersisa hanya 10-20 cm.

Untuk memudahkan penangkapan ikan, petak pemanenan atau petak penangkapan dibuat seluas 1 m persegi di depan pintu pengeluaran (monnik). Pemanenan hasil budidaya ikan mujair dilakukan pada pagi hari ketika cuaca masih sejuk dengan menggunakan waring atau scoopnet yang halus. Pemanenan hasil budidaya ikan mujair harus dilaksanakan secara cepat dan hati-hati untuk menghindari ikan mujair mengalami luka akibat benturan diantara sesamanya atau luka akibat benturan dengan dinding kolam.

Berbeda dengan panen total, panen sebagian atau panen selektif pada budidaya ikan mujair dilaksanakan tanpa pengeringan kolam. Hasil budidaya ikan mujair yang akan dipanen dipilih dengan ukuran tertentu (untuk pemanenan benih). Usia dan bobot ikan mujair yang akan dipanen berdasarkan permintaan pembeli. Secara global, berdasarkan ukurannya hasil budidaya ikan mujair dikelompokkan menjadi ukuran 1-3 cm, ukuran 3-5 cm serta ukuran 5-8 cm.

Cara pemanenan hasil budidaya ikan mujair dengan sistem selektif ini dilakukan dengan menggunakan waring yang di atasnya telah ditaburi umpan (dedak). Ikan yang tidak terpilih, baik karena ukurannya atau karena luka terkena waring dan benturan lainnya sebelum dikembalikan ke kolam sebaiknya dipisahkan dan diberi obat dengan larutan malachite green 0,5-1,0 ppm selama 1 jam.

Pertimbangan yang dipilih dalam panen hasil budidaya ikan mujair adalah berdasar masa penebaran benih, ukuran dan bobot ikan, serta permintaan pasar. Foto: www.bigfishtz.com

Penanganan Pascapanen Budidaya Ikan Mujair

Pada budidaya ikan mujair setelah pemanenan dilakukan hal lain yang tak kalah penting adalah penanganan pascapanen. Penanganan pascapanen yang tepat dapat mempertahankan kualitas panen sehingga harga jual yang diterima oleh pelaku budidaya ikan mujair juga akan lebih baik.

Penanganan pascapanen budidaya ikan mujair dapat dilakukan dengan cara penanganan ikan hidup maupun ikan segar. Adakalanya ikan konsumsi ini akan lebih mahal harganya bila dijual dalam keadaan hidup. Ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan agar ikan tersebut sampai ke konsumen dalam keadaan hidup, segar dan sehat. Oleh karena itu sebaiknya dalam pengangkutan gunakan air yang bersuhu rendah sekitar 20 derajat celcius, waktu pengangkutan hendaknya pada pagi hari atau sore hari, dan jumlah kepadatan ikan dalam alat pengangkutan tidak terlalu padat.

Hasil budidaya ikan mujair berupa daging ikan segar merupakan produk yang cepat turun kualitasnya. Oleh karenanya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mempertahankan kesegaran, yaitu penangkapan harus dilakukan hati-hati agar ikan-ikan tidak luka, kemudian ebelum dikemas, ikan harus dicuci agar bersih dan lendir. Pastikan pula wadah pengangkut harus bersih dan tertutup. Untuk pengangkutan jarak dekat (2 jam perjalanan), dapat digunakan keranjang yang dilapisi dengan daun pisang/plastik. Untuk pengangkutan jarak jauh digunakan kotak dan seng atau fiberglass. Kapasitas kotak maksimum 50 kg dengan tinggi kotak maksimum 50 cm.

Selanjutnya, hasil budidaya ikan mujair berupa daging ikan segar diletakkan di dalam wadah yang diberi es dengan suhu 6-7 derajat celcius. Gunakan es berupa potongan kecil-kecil (es curai) dengan perbandingan jumlah es dan ikan  1:1. Dasar kotak dilapisi es setebal 4-5 cm. Kemudian ikan disusun di atas lapisan es ini setebal 5-10 cm, lalu disusul lapisan es lagi dan seterusnya. Antara ikan dengan dinding kotak diberi es, demikian juga antara ikan dengan penutup kotak.

Penanganan pascapanen yang tepat dapat mempertahankan kualitas panen sehingga harga jual yang diterima oleh pelaku budidaya ikan mujair juga akan lebih baik. Foto: en.wikipedia.org

Demikian informasi mengenai budidaya ikan mujair semoga bermanfaat, menginspirasi, dan menarik minat pembaca untuk menjadi pelaku usaha perikanan air tawar.