Budidaya ikan discus di Indonesia diawali dengan didatangkan indukan dari sungai Amazon, Brazil
Foto: www.wowdiscus.com

Budidaya Ikan Discus Modal Sekali Untung Terus

March 27, 2015 - Tips Budidaya / Uncategorized

Budidaya ikan discus di Indonesia berawal dari ketertarikan penghobi ikan hias di tanah air terhadap ikan yang cantik dan menawan ini. Budidaya ikan discus termasuk hal baru di negeri ini, mengikuti budidaya ikan hias yang telah ada lebih dahulu seperti budidaya ikan arwana, budidaya ikan koi, budidaya ikan mas, budidaya ikan guppy, dan lain-lain. Sesuai namanya, ikan discus memiliki bentuk tubuh yang pipih bundar dengan garis tengah sekitar 15 centimeter persis menyerupai lempengan disk yang memantulkan cahaya.

Budidaya ikan discus yang kemudian dikembangkan oleh pembudidaya ikan hias lokal dilakukan dengan cara mendatangkan indukan unggul langsung dari habitat ikan discus di sungai Amazon, Brazil. Perkembangan budidaya ikan discus di Indonesia semakin berkembang dengan hadirnya berbagai jenis seperti heckel discus, green discus, blue discus dan brown discus.

Perkembangan budidaya ikan discus di Indonesia semakin meningkat dengan hadirnya berbagai jenis ikan ini.
Foto: www.pinterest.com

Budidaya ikan discus di Indonesia diawali dengan didatangkan indukan dari sungai Amazon, Brazil Foto: www.wowdiscus.com

Budidaya ikan discus di Indonesia diawali dengan didatangkan indukan dari sungai Amazon, Brazil
Foto: www.wowdiscus.com

Belajar Budidaya Ikan Discus

Budidaya ikan discus dapat jadi pilihan budidaya karena ikan hias yang terlihat cantik dan bercahaya ini mudah dilakukan dan tak membutuhkan lahan yang luas. Budidaya ikan discus dimulai dari memilih indukan yang secara genetika memiliki keunggulan. Pemilihan indukan yang tepat merupakan langkah awal dalam keberhasilan budidaya ikan discus. Karakter ikan discus adalah jenis ikan hias yang cenderung penyendiri dan hanya merasa nyaman berkelompok dengan ikan sejenisnya.

Pada budidaya ikan discus anda harus tahu bahwa ikan discus merupakan ikan hias yang memilih sendiri pasangannya. Pemilihan pasangan, dilakukan ikan discus setelah berumur 12 hingga 18 bulan. Pasangan ikan discus yang terbaik dengan kriteria kesempurnaan tampilan fisik, kelincahan gerak, dan keindahan warna dan cahaya itulah yang akan kita pilih dan dipersiapkan sebagai calon indukan.

Hal unik dalam budidaya ikan discus adalah ikan ini menentukan sendiri pasangannya
Foto: www.wowdiscus.com

Pada proses pemijahan dalam budidaya ikan discus ada beberapa hal yang perlu anda ketahui sebelumnya. Pemijahan dalam budidaya ikan discus dapat dilakukan dalam akuarium yang memiliki air dengan kedalaman sekitar 25 centimeter. Suhu air antara 28 hingga 30 derajat celcius dengan PH 6,2 atau sedikit asam. Lengkapi akuarium dengan aerasi atau (filter) udara dan air. Siapkan pula pipa berukuran panjang sekitar 15 centimeter, pot, tabung, atau benda sejenis yang memiliki permukaan agak kasar dan berlubang atau berpori sebagai tempat ikan discus menempelkan telornya.

Dalam budidaya ikan discus, satu akuarium pemijahan paling tidak ada empat ekor, dua ikan discus jantan dan dua ikan discus betina yang telah berpasangan atau dengan perbandingan 1:1. Setelah pemijahan berhasil dan telor-telor kecil terlihat menempel di pipa, telor tersebut akan menetas dalam waktu 60 jam atau sekitar dua setengah hari.

Setelah telor-telor menetas, bersihkan larva discus dan pindahkan bersama induknya ke akuarium berisi air bersih. Setelah 3 hingga 4 hari, larva ikan discus sudah dapat berenang bersama induknya dan mendapat makanan dari menghisap lender dari tubuh induknya. Setelah satu minggu, anak ikan discus sudah dapat diberi makanan sendiri berupa kutu air.

Potensi Budidaya Ikan Discus

Dalam budidaya ikan discus, banyak potensi keuntungan yang dapat ditawarkan.
Foto: www.aquariumlife.com.au

Potensi budidaya ikan discus tak hanya pada tahap pembenihan. Dalam budidaya ikan discus, anda dapat memilih fokus pada usaha pemijahan, pembesaran, penjualan, penyedia bibit unggul, penjual pakan dan peralatan lainnya, atau kombinasi dari beberapa atau keseluruhannya. Hanya kerja keras, kedisiplinan, keuletan, dan ketekunan yang menentukan kesuksesan budidaya ikan discus yang kita jalani.

Budidaya ikan discus tahap pembesaran juga tak terlalu sulit. Ketika pemijahan berhasil, larva ikan discus telah menetas dan hidup bersama induknya, anak-anak ikan discus dapat dipisahkan dari induknya setelah berumur satu bulan. Caranya, pindahkan anakan ikan discus ke akuarium tersendiri. Semakin besar ukuran ikan discus tentunya ukuran akurium yang dibutuhkan akan semakin besar. Ikan discus sebaiknya diberikan pakan alami seperti cacing sutra, dapmia, cacing super, jentik nyamuk, dan lain-lain. Namun demikian, pakan buatan juga tak masalah sejauh anda mengetahui kandungan yang ada di dalamnya.

Hasil budidaya ikan discus dewasa dihargai antara Rp 20.000 hingga Rp 100.000 per ekor. Semakin baik kualitas ikan discus yang kita hasilkan tentunya harga yang ditawarkan juga akan semakin meningkat. Sementara, ikan discus ukuran setengah inci atau benih saat ini harganya sekitar Rp 3.000 per ekor, sementara ukuran 2 inci atau kurang lebih berusia tiga bulan dihargai Rp 7.000 per ekor.

Budidaya ikan discus sebaiknya dilakukan dengan membentuk kelompok budidaya. Budidaya ikan discus secara kelompok dinilai lebih efektif dan efisien. Budidaya ikan discus secara kelompok, selain memudahkan proses pemasaran dan distribusi, juga dapat menjadi media saling berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai budidaya ikan discus .