Belajar Budidaya Lengkeng Buah Kelereng

April 14, 2015 - Tips Budidaya / Uncategorized

Budidaya lengkeng (Nephelium longata) di Indonesia saat ini semakin berkembang pesat karena buah seukuran kelereng dengan rasa manis yang berwarna putih serta berbiji hitam ini cukup digemari masyarakat. Budidaya lengkeng juga menarik karena ternyata buah ini memiliki manfaat bagi kesehatan. Buah lengkeng ternyata mengandung sukrosa, glukosa, protein, lemak, karbohidrat, vitamin A, vitamin B, asam tartarik, dan senyawa kimia (fitokimia) lainnya yang sangat baik bagi kesehatan.

Budidaya lengkeng (Nephelium longata) di Indonesia saat ini semakin berkembang pesat karena buah seukuran kelereng dengan rasa manis yang berwarna putih serta berbiji hitam ini cukup digemari masyarakat Foto: rmqld.com.au

Budidaya lengkeng juga menarik karena ternyata buah ini memiliki manfaat bagi kesehatan. Foto: imgkid.com

Pelaku budidaya lengkeng di Indonesia mengenal dua jenis lengkeng, yaitu lengkeng dataran tinggi dan lengkeng dataran rendah. Walau demikian, budidaya lengkeng di dataran tinggi maupun di dataran rendah secara umum tak memiliki banyak perbedaan atau relatif sama. Minat pelaku budidaya lengkeng di Indonesia pada pengembangan tanaman ini dapat dibuktikan dengan cukup banyaknya varietas unggul yang dibudidayakan.

Jenis lengkeng yang banyak dibudidayakan di nusantara antara lain lengkeng pringsurat, Itoh, diamond river, dan lengkeng selarong. Pelaku budidaya lengkeng juga mencoba mengembangkan lengkeng jenis lain, seperti lengkeng kristal, lengkeng jenderal, pingpong, aroma durian, verny, dan lain-lain.

Budidaya lengkeng di Indonesia awalnya dikembangkan di sekitar Temanggung, Magelang, Malang, dan daerah di Jawa Timur, serta kemudian menyebar ke berbagai daerah di nusantara. Tanaman lengkeng diperkirakan bermula di Myanmar sebagai daerah asal tanaman ini. Lengkeng kemudian menyebar ke kawasan Cina Selatan, kemudian Taiwan, dan Thailand Utara.

Budidaya lengkeng cocok dilaksanakan di tanah yang subur dan gembur, serta banyak mengandung zat organik. Budidaya lengkeng dapat dilakukan di tanah jenis andosol, vertisol, dan tanah laterit dengan derajat keasaman (pH) antara 5 hingga 6,5. Budidaya lengkeng membutuhkan sinar matahari penuh dengan suhu sekitar 20 hingga 33 derajat celcius dengan kelembaban udara sekitar 65 hingga 90 persen.

Budidaya lengkeng ideal dilakukan di areal yang memiliki kandungan air tanah yang baik dengan drainase yang baik, dimana air tak menggenang tetapi mencukupi, termasuk pada saat musim kemarau. Budidaya lengkeng baik dilakukan di daerah yang memiliki curah hujan antara 1.500 hingga 3.000 milimeter per tahun.

Teknis Budidaya Lengkeng

Dalam budidaya lengkeng penanaman pohon diatur dengan jarak tanam sekitar 6 x 6 meter. Lubang tanam dibuat dengan kedalaman 60 centimeter dengan lebar 60 centimeter dan panjang 60 centimeter. Saat penanaman pohon di kebun budidaya lengkeng, pupuk dasar berupa pupuk kandang atau kompos ditambahkan pada saat penimbunan tanah. Agar budidaya lengkeng berhasil baik, setiap tahun hingga usia tiga tahun pohon lengkeng kembali dipupuk saat. Setelah tiga tahun, pemberian pupuk dapat dilihat sesuai kebutuhan atau tergantung kondisi kebun budidaya lengkeng.

Pemangkasan dalam budidaya lengkeng juga bertujuan agar pohon lengkeng dapat berbuah lebat. Foto: rynari.wordpress.com

Pada budidaya lengkeng, penyiraman dilakukan secara terjadwal sebanyak dua kali dalam satu hari. Hal ini penting dilakukan terutama saat kebun budidaya lengkeng dalam tahap pertumbuhan. Pohon lengkeng di kebun budidaya lengkeng juga perlu dipangkas agar pohon tak terlalu tinggi sehingga menyulitkan pemanenan.

Pemangkasan dalam budidaya lengkeng juga bertujuan agar pohon lengkeng dapat berbuah lebat. Pemangkasan pertama dapat dilakukan saat pohon lengkeng masih berusia muda dengan ketinggian kurang dari 2 meter. Pemangkasan pada budidaya lengkeng juga dilakukan pada masa pemeliharaan dan peremajaan pohon, dengan memangkas ranting yang sudah tua, terlalu menjulur ke bawah atau ke luar.

Pengendalian Hama di Kebun Budidaya Lengkeng

Pemeliharaan kebun budidaya lengkeng antara lain juga menyangkut pengendalian hama dan penyakit. Hama yang merugikan pelaku budidaya lengkeng yakni serangga yang merusak bunga tanaman lengkeng yang sangat menganggu proses pembentukan buah lengkeng. Pengendalian serangga ini adalah dengan mematikan larvanya dengan penggunaan insektisida.

Sementara, pada saat kebun budidaya lengkeng mulai berbuah, kelelawar biasanya menjadi musuh bagi petani budidaya lengkeng. Kelelawar datang pada malam hari dan memakan buah-buah lengkeng yang siap menunggu di panen. Untuk mengatasi hal ini biasanya, petani budidaya lengkeng menutup rumpun buah lengkeng dengan anyaman bambu atau dengan waring-waring halus untuk melindungi buah lengkeng dari kelelawar.

Petani budidaya lengkeng menutup rumpun buah lengkeng dengan anyaman bambu atau dengan waring-waring halus untuk melindungi buah lengkeng dari kelelawar. Foto: rynari.wordpress.com

Selain itu, panyakit yang biasa menyerang kebun budidaya lengkeng adalah jamur upas, bercak daun, akar putih,akar hitam, dan busuk akar. Pelaku budidaya lengkeng mengatasi penyakit ini dengan menyemprotkan fungisida, sedangkan penyakit akar diatasi dengan mencabut tanaman yang telah terkena penyakit ini dan membakarnya agar tak segera menular pada tanaman lainnya. Namun demikian, penyakit ini dapat dicegah sejak dini dengan memperhatikan sanitasi di kebun budidaya lengkeng.

Demikian informasi singkat seputar budidaya lengkeng . Jika tertarik, kenapa tak segera mencoba budidaya lengkeng ?