Keuntungan bersih yang diperoleh dari hasil budidaya sapi adalah  Rp. 25.450.000 per 10 ekornya. Foto: stockisthcs.com

Analisis Dan Proposal Bisnis Usaha Budidaya Sapi

September 28, 2015 - Tips Budidaya / Uncategorized

Potensi usaha budidaya sapi di Indonesia sangat menggiurkan karena tingginya permintaan terhadap daging sapi dan sapi potong terutama menjelang hari raya Idul Fitri dan hari raya Idul Adha. Pada saat tersebut adalah musim panen keuntungan bagi usaha budidaya sapi. Pada masa tersebut permintaan akan hasil budidaya sapi melejit dan mahalnya harga daging sapi menjadi alasan kedua bagi umat Islam yang merayakan lebaran Idul Fitri dan bagi mereka yang berkurban di hari raya Idul Adha.

Dalam beberapa tahun terakhir fakta menunjukkan bahwa peternak budidaya sapi di Indonesia masih belum mampu memenuhi permintaah hasil budidaya sapi di dalam negeri. Sehingga mau tak mau setiap tahunnya pemerintah selalu membuka kran kuota impor hasil budidaya sapi dari luar negeri.

Permintaan terhadap hasil budidaya sapi ini menjadi tantangan dan peluang bagi peternak sapi. Dengan ketekunan dan keuletan memelihara sapi peternak budidaya sapi berpeluang meraih kesuksesan dan keuntungan jutaan rupiah ada di depan mata.

Dengan ketekunan dan keuletan memelihara sapi peternak budidaya sapi berpeluang meraih kesuksesan dan keuntungan jutaan rupiah ada di depan mata. Foto: cdn.phys.org

Dengan ketekunan dan keuletan memelihara sapi peternak budidaya sapi berpeluang meraih kesuksesan dan keuntungan jutaan rupiah ada di depan mata. Foto: cdn.phys.org

Analisis Modal Budidaya Sapi

Usaha budidaya sapi dengan memelihara sapi dewasa untuk digemukkan dalam rentang waktu 5 bulan adalah pilihan yang sangat tepat untuk mengantisipasi permintaan hasil budidaya sapi di dalam negeri. Pada analisis permodalan budidaya sapi yang disusun pada tulisan ini diperkirakan harga sapi bakalan untuk penggemukan sapi adalah Rp. 7.500.000 untuk bakalan sapi dengan berat sekitar 250kg. Sedangkan periode penggemukan yang digunakan adalah lima bulan. Jadi mari kita mulai perhitungannya. Dimisalkan budidaya sapi dilaksanakan dengan memelihara 10 ekor bakalan dengan tenaga sebanyak 1 orang.

Dalam satu periode, kita akan mengeluarkan biaya pakan budidaya sapi berupa :

HMT (hijuan makan ternak) 20 kg x 10ekor x 150hari x Rp.500
Konsentrat 3 kg x 10ekor x 150hari x Rp. 1.500
Pakan tambahan 3 kg x 10ekor x 150hari x Rp. 500

Pembuatan Kandang Budidaya Sapi:
1. Kandang 30 meter persegi x Rp. 300.000 = Rp. 9.000.000
2. Kebutuhan dan alat – alat di kandang = Rp. 500.000

Biaya Variabel (dapat berubah) :
1. Sapi bakalan 10 x 250 kg x Rp. 30.000 = Rp. 75.000.000
2. Pakan hijuan (HMT) = Rp. 10.000.000
3. Konsentrat = Rp. 6.750.000
4. Pakan Tambahan = Rp. 2.250.000
5. Vitamin dan obat cacing untuk 10 ekor sapi = Rp. 100.000
Total Biaya Variabel = Rp. 90.100.000

Biaya Tetap :
1. Tenaga Kerja 1 orang x 5bulan x Rp. 800.000 = Rp. 4.000.000
2. Penyusutan kandang budidaya sapi 10 % x Rp. 12.000.000 = Rp. 1.200.000
3. Penyusutan peralatan = Rp. 250.000
Total Modal Tetap = Rp. 5.450.000

Total biaya untuk usaha budidaya sapi adalah jumlah total biaya variabel ditambah total biaya tetap yakni Rp. 90.100.000 + Rp. 5.450.000 = Rp. 95.550.000.

Usaha budidaya sapi dengan memelihara sapi dewasa untuk digemukkan dalam rentang waktu 5 bulan adalah pilihan yang sangat tepat untuk mengantisipasi permintaan hasil budidaya sapi di dalam negeri. Foto: bpm.jatimprov.go.id

Usaha budidaya sapi dengan memelihara sapi dewasa untuk digemukkan dalam rentang waktu 5 bulan adalah pilihan yang sangat tepat untuk mengantisipasi permintaan hasil budidaya sapi di dalam negeri. Foto: bpm.jatimprov.go.id

Analisa Keuntungan Budidaya Sapi

Hasil budidaya sapi tak hanya dari penjualan sapi saja melainkan kotoran sapi pun dapat dirupiahkan. Penambahan berat badan sapi 1 kg x 150hari = 150 kg/ekor/periode. Jadi jika berat sapi bakalan pada waktu dibeli adalah 250 kilogram, maka dengan perkiraan pada saat penggemukan bobot sapi bertambah 150 kilogram, artinya berat badan sapi sekarang untuk setiap ekor adalah 400 kg.

Jadi jika budidaya sapi dilakukan dengan memelihara 10 ekor maka berat keseluruhan sapi adalah 10 ekor x 400 kg = 4.000 kg. Diumpamakan harga jual daging sapi di tingkat peternak budidaya sapi adalah Rp. 30.000/kg maka pendapatan dari penjualan daging hasil budidaya sapi adalah Rp. 120.000.000. Sementara pendapatan dari penjualan kotoran ternak yang dijual seharga Rp 200 per kilogram dan total jumlah kotoran sapi yang dikumpulkan adalah 6.000 kilogram, maka pendapatannya sama dengan 6.000 x Rp. 200 = Rp. 1.200.000.

Keuntungan bersih yang diperoleh dari hasil budidaya sapi adalah  Rp. 25.450.000 per 10 ekornya. Foto: stockisthcs.com

Keuntungan bersih yang diperoleh dari hasil budidaya sapi adalah Rp. 25.450.000 per 10 ekornya. Foto: stockisthcs.com

Total pendapatan yang diperoleh dari hasil budidaya sapi adalah Rp. 120.000.000 + Rp. 1.200.000 = Rp. 121.000.000.

Sementara keuntungan bersih yang diperoleh dari hasil budidaya sapi adalah total pendapatan dikurangi dengan total biaya atau Rp. 121.000.000 (pendapatan) – Rp. 95.550.000 (modal yang keluar) = Rp. 25.450.000 (dari berbagai sumber).